Saya Ngerasa Sakit Apakah Ini Virus Corona? Apakah Saya Demi Ke Rumah Sakit?

  • September 23, 2020

tips wisata aman saat corona

Kelompok lansia serta orang dengan masalah kesehatan menahun seperti penyakit jantung, diabetes dan penyakit paru berisiko mengalami sakit yang serius. Jika lansia ngerasa tidak sehat, demam, payah dan batuk kering, istirahatlah yang cukup di rumah dan makan yang bergizi dan cukup minum. Karena gejala-gejalanya mirip flu biasa, maka perlu dilakukan tes untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi virus corona. Tes tersedia di rumah-rumah sakit rujukan bagi orang yang mengalami gejala-gejala atas dasar perintah dokter.

Orang-orang yang terinfeksi COVID-19 dan influenza akan mengalami gejala infeksi saluran pernafasan yang serupa, seperti demam, batuk dan pilek. Walaupun gejalanya sama, tapi penyebab virusnya berbeda-beda, sehingga kita sulit mengingat masing-masing penyakit tersebut. Pemeriksaan medis yang akurat disertai rujukan pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk mengonfirmasi apakah seseorang terinfeksi COVID-19.

Olahraga dengan dapat dilakukan adalah pendidikan aerobik seperti jalan kaki keliling rumah atau pekarangan/ jalan di tempat, sepeda statis, dan senam. Bermacam-macam senam lansia dapat dilakukan dengan panduan video ataupun media audiovisual lain, renggangan lain seperti senam jantung, senam vitalisasi otak, tai-chi, senam osteopososis, senam tera, poco-poco.

Hindari lewat ke luar rumah saat Anda merasa kurang makmur, terutama jika Anda merasakan demam, batuk dan selit-belit bernapas. Sampaikan pada instansi jika dalam 14 tarikh sebelumnya Anda pernah melakukan perjalanan terutama ke negara atau wilayah terjangkit, / pernah kontak erat secara orang yang memiliki tanda yang sama. Ingat bahwa Anda tidak disarankan mempergunakan masker kecuali memiliki gejala seperti demam, rasa lelah dan batuk kering. Sementara ini, jangan bersalaman secara orang lain atau sama-sama menyentuh muka tapi manfaatkan cara bersalaman lain yang aman atau tidak sama-sama menyentuh. Dalam keramaian, semisal di pasar atau pada dalam bis, jaga reses dengan orang lain, minimal sejauh jangkauan lengan.

Tetap cuci tangan pakai sabun atau dengan cairan lap saat sampai di lokasi kerja atau tujuan dan saat sampai kembali pada rumah. Bila tersedia enceran pembersih gratis di lokasi umum, gunakan untuk melenyapkan tangan. WHO secara resmi mendeklarasikan virus corona (COVID-19) sebagai pandemi pada gugur 9 Maret 2020. Perumpamaan pandemi terkesan menakutkan tapi sebenarnya itu tidak tersedia kaitannya dengan keganasan penyakit tapi lebih pada penyebarannya yang meluas. Ingat, di dalam umumnya virus corona menyebabkan gejala yang ringan ataupun sedang, seperti demam & batuk, dan kebanyakan bisa sembuh dalam beberapa minggu.

Tapi bagi sebagian orang yang berisiko tinggi, virus corona dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Karena itulah penting bagi member semua untuk memahami jalan mengurangi risiko, mengikuti perkembangan informasi dan tahu segala sesuatu yang dilakukan bila menyebrangi gejala.

Penetapan ODP dan PDP oleh tim kesehatan, sedangkan afirmatif itu hasil laboratorium yang diambil dari PDP serta ODP. Namun masyarakat dapat mengenali jika ada yang mengalami demam dan / disertai gejala gangguan pernafasan seperti batuk, pilek, bersin, sakit tenggorokan, atau rampak, segera menghubungi petugas kesejukan untuk diperiksa dan didata. Sementara si sakit diwajibkan untuk menggunakan masker serta tetap di rumah, serta menjaga jarak minimal 1 meter dengan keluarganya nun sehat hingga 14 perian atau setelah dinyatakan rendah oleh petugas kesehatan. Untuk keterangan lebih detil dapat dilihat dalam pedoman penguasaan dan pengendalian COVID-19 pada link berikut ini. Hindari bepergian ke luar wisma saat Anda merasa sedikit sehat, terutama jika Dikau merasa demam, batuk, dan sulit bernapas.

Segera hubungi petugas kesehatan terdekat, serta mintalah bantuan mereka. Sampaikan pada petugas jika di 14 hari sebelumnya Kamu pernah melakukan perjalanan paling utama ke negara terjangkit, / pernah kontak erat secara orang yang memiliki gejala yang sama. Pemakaian masker ketika ini diwajibkan untuk semata orang, baik orang makmur maupun sakit. Bagi orang-orang yang memiliki gejala luka pernapasan, dicurigai infeksi COVID-19 dengan gejala ringan, menegakkan orang yang bergejala seperti demam dan batuk, serta para petugas kesehatan memakai masker bedah.

Latihan aerobik dikombinasikan dengan latihan resistensi seperti angkat beban, gerakan stretching atau peregangan dengan menutup gerakan selama detik, trik repetisi duduk-berdiri, dan kursus keseimbangan seperti berdiri beserta satu kaki. Durasi pendidikan bervariasi antara menit, 3-5 kali seminggu, disesuaikan secara kondisi kesehatan lansia.